Minggu, 29 Maret 2009

Komunikasi

4 Penghambat Keharmonisan Komunikasi

Terkadang kita tidak sadar bahwa komunikasi amat dipengaruhi oleh banyak hal. Akibatnya, komunikasi yang kita lakukan tidak berdampak seperti yang diharapkan,. Untuk menghindarinya, kita perlu mengenali penghambat keharmonisan komunikasi.
1. Terbiasa Bersikap Sungkan
Rasa sungkan muncul karena kita tidak berpikir positif sehingga membebani diri sendiri. Akibatnya kita menjadi tidak jujur dan tidak mengatakan yang seharusnya. Ambil contoh, saat atasan kita memberi pekerjaan yang berlebihan (overload). Pada saat itu kita perlu melakukan bargaining. Jangan sekedar menerima tapi mengomel di belakangnya. Seorang profesional harus selalu mendasarkan setiap keputusannya pada rasionalitas, bukan rasa sungkan.

2. Sulit Berkata "TIDAK"
Kita harus belajar untuk bersikap assertive, artinya : katakan Ya jika YA, dan Tidak jika TIDAK. Tentu dalam melakukannya kita harus melihat dengan siapa kita berhadapan. Memang ada beberapa orang yang sulit menerima kata "Tidak" maka kita harus mengutarakannya dengan halus disertai solusi alternatif. Misalnya saat menolak diajak makan malam (karena baru saja makan), kita dapat mengatakan, "Bole, tapi lain kali saja." Dengan demikian orang yang bersangkutan akan berpikir kita menerima ajakannya, tapi waktunya kurang tepat.

3. Gengsi Meminta Maaf
Orang yang melakukan kesalahan adalah manusiawi; sedangkan orang yang gengsi meminta maaf adalah tidak manusiawi karena tidak menyadari keterbatasannya. Terkadang orang takut untuk meminta maaf karena takut harga dirinya akan turun, padahal orag yang berani meminta maaf adalah orang yang berjiwa besar. Dan itu adalah sesuatu yang etis.

4. Tidak Mampu Menguasai Emosi
Emosi tidak selamanya jelek, hanya kalau berlebihan ini yang tidak baik. Dalam banyak hal emosi sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk itu kita harus memiliki toleransi terhadap segala perbedaan yang mungkin terjadi. Sebagai profesional, kita harus belajar mengendalikan emosi, sebab itu akan mempengaruhi ci

Selasa, 24 Maret 2009

Download Mp3

  1. Risalah hati by dewa

Senin, 23 Maret 2009

BEnci!!!!

BEnci!!!!!!!
kamu...
ketika ku jatuh kamu hanya diam..
ketika kumenangis ,kamu hanya melihatku saja..
ketika ku tersenyum padamu..kamu memandangku dengan pandangan kosong..
ketika ku geram..kamu hanya terpaku..
ketika ku memasak,mencuci,kamu tidak bergerak sedikitpun..
tidak ingin merasakan kelelahanku..
ketika ku ingin perpergian,kamu diam..diam...seakan aku sendiri yang harus menilai perlakuan dan kegiatanku....
AKU BENCI senyummu...
hanya diam dan tersenyum...
sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan??
sebenarnya apa dibalik senyum dan diam mu...
Aku tak tahu...daridulu sampai sekarang apa arti hadirmu...
dan entah mengapa..ku masih bersamamu...
walaupun banyak orang yang memujimu ini..itu...
apakah harus kutinggalkan saja dirimu...
sebenarnya..apa untungnya denganmu...
sebaiknya kutinggalkan saja kamu dan senyummu yang tidak kumengerti.......
atau sebaiknya ku lempar kamu jauh - jauh..atau kupecahkan kepalamu agar dapat kulihat pikiranmu...
huuuuhhhh.....
mengapa ku menjadi iblis seperti ini...
mungkin sebaiknya..kusimpan saja perasaan ini..
dan kubiarkan dia tetap dengan senyum dan diam misteriusnya...
mungkin inilah perasaan setiap wanita yang...
mempunyai PATUNG dirumahnya..

The Rain

The Raincoat

I know not from where the raincoat came,
Only that it hung in the corner of the hall
By the old stuffed chair near the game room,
Where old family pictures lined the wall.
As a child, I used to marvel at the fabric,
Worn and tattered, yet golden in its hues;
And I would think how one day, if I were sick,
I could put it on along with Daddy's shoes.
It seemed like a comfortable way
To hold my hurt inside--just wrap it tight,
Close my eyes, and ask my Mom to pray
With me to ward off evils of the night.
I knew that it was safe and strong, for Daddy
Wore it on those days of rage and pain
When things weren't all so happy,
With crops near death from too much rain.
Today at Mom's I finally put it on.
It was rather small and did not fit at all--
Quite strange, for in that house as Daddy's son,
It always seemed alone and very tall.

 

Copyright © 2009 by Choire site